Guru Honorer di Lombok Jadi Pengedar Sabu

Guru honorer di Lombok Jadi Pengedar Sabu

Guru Honorer di Lombok Jadi Pengedar Sabu – Baru-baru ini ada seorang guru honorer asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) , berinisial HA (34) telah ditangkap polisi karena nekt menjazdi pengedar sabu. HA ditangkap bersama dengan rekannya inisial FT (32).

HA berhasil ditangkap di di rumahnya di wilayah Sandubaya Timur, Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. HA ditangkap bersama rekannya FT (32) warga Kecamatan Selong. Penangkapan keduanya terjadi pada hari Selasa, 2 Agustus 2022.

Dalam kasus ini, pihak tim unit sat narkoba Polres Lotim, telah berhasil mengamakan barang bukti, narkoba jenis sabu yang di sembunyikan di bawah papan Bilyard. Sebelumnya, [ada sat di lakukan penggeledahan badan, petugas tidak menemukan barang bukti pada kedua pelaku. Namun, pada saat penggeledahan sekitar TKP termasuk di papan Bilyard, pihak Polres Lotim berhasil menemukan barang haram tersebut.

Tidak hanya mengamakan barang bukti sabu, pihak polisi juha berhasil mengamankan alat hisap sabu termasuk uang diduga hasil transaksi narkoba. Kedua pelaku kemudian langsung di gelandang ke Polres Lotim guna proses hukum lebih lanjut.

Baca Juga : Man United Pandang Pemain Sayap PSV Eindhoven

Sebagai informasi, HA merupakan mantan guru honorer yang beralih profesi menjadi pengedar narkoba jenis sabu. Hal ini dilakukan oleh pelaku, dikarenakan gaji sebagai guru honorer yang pas-pasan. Tidak hanya itu saja, bahkan dari hasil penjualan sabu ia menyumbangkan sebagian uangnya ke anak yatim.

“Ya, pengakuannya dia,” kata Osman.

Kasat Narkoba Polres Lombok Timur AKP IGN Bagus Suputra membenarkan, bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku pengedar narkoba. Penangkapan kedua pelaku dilakukan, berdasarkan dari informasi masyarakat sekitar, bahwa rumah pelau kerap kali digunakan sebagai tempat transaksi.

“Alasan pelaku beralih profesi, lantaran menjadi l guru honorer, penghasilannya tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari hari sehingga beralih menjual sabu, ” katanya.

Dari hasil pemerikasaan, HA baru 6 bulan mengedarkan barang haram itu. Namun ia menyasar sejumlah nelayan di wilayah Labuan Lombok.

“Pembelinya sebagian dari nelayan di Labuan Lombok dan salah seorang yang berada di TKP, main biliard ternaya baru saja membeli dengan harga 150 ribu, “ ucapnya.

Saat ini kedua pelaku dijerat dengan pasal 114 dan 112 Undang Undang Narkotika dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun kurungan.

 

BACA INFO BERITA LAINNYA DI PENGENVIRAL.COM