Pesta Halloween di Itaewon Korsel Berubah Menjadi Tragedi Maut

Pesta Halloween di Itaewon Korsel Berubah Menjadi Tragedi Maut

Pesta Halloween di Itaewon Korsel Berubah Menjadi Tragedi Maut – Telah terjadi sebuah insiden yang sangat mengerikan di Itaewon, Seoul, Korea Selatan, pada Sabtu (29/10) malam. Kejadian mengerikan itu terjadi pada saat lokal distrik Itaewon mencoba untuk mempersiapkan festival Halloween 2022 tanpa menggunakan masker pertama kali dilakukan setelah 3 tahun karena pandemi Covid-19.

Ratusan orang berdesakan di gang sempit dan tidak bergerak. Ribuan orang juga memadati jalan sempit di distrik Itaewon, Korsel, untuk merayakan pesta Halloween. Namun, pada saat perayaan banyak korban yang berjatuhan akibat berdesakan dan terinjak. Perayaan Halloween pertama di Seoul dalam tiga tahun terakhir usai Korea mencabut pembatasan COVID dan jarak sosial.

Atas tragedi tersebut, Itaewon banyak disorot sejumlah kepala hingga pejabat negara yang mengucap belasungkawa. Duka cita mendalam turut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada mereka yang kehilangan keluarga dalam insiden itu.

“Deeply saddened to learn about the tragic stampede in Seoul. My deepest condolences to those who lost their loved ones. Indonesia mourns with the people of South Korea and wishes those injured a speedy recovery,” tulis Jokowi dalam bahasa Inggris.

Salah satu saksi mata bernama Sung Sehyun mengatakan bahwa sebelum terjadinya kekacauan, para pengunjung pesta sudah sangat padat di jalan-jalan sempit sehingga sulit untuk bergerak.

Baca Juga : Sama Sekali Belum Buka Keran Gol, Abdulla Yusuf Helal Dibela Thomas Doll

“Saya melihat orang-orang pergi ke sisi kiri dan saya melihat orang itu menuju ke sisi yang berlawanan. Jadi orang yang di tengah macet, jadi tidak bisa berkomunikasi, tidak bisa bernapas,” kata Sung Sehyun.

Dalam kejadian tersebut, terdapat 154 orang tewas dalam tragedi Halloween di Itaewon. Sebanyak 26 korban tewas itu merupakan warga negara asing. Tidak hanya itu saja ada ratusan orang lainnya yang mengalami luka dalam insiden tersebut.

Hingga saat ini, pihak berwenang Korsel masih melakukan penyelidikan terkait tragedi tersebut dan belum bisa menyimpulkan penyebab 154 orang tewas setelah kompak mengalami serangan jantung mendadak di lokasi kejadian.

Tim investigasi yang telah dibentuk oleh pihak kepolisian berhasil mewawancarai 44 saksi mata dan telah mengamankan 52 buah rekaman kamera pengintai di 42 tempat di sekitar lokasi kejadian. Pihak kepolisian juga sudah memerikas video yang diunggah oleh para saksi di situs media sosial. Nam Gu Jun mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada tindakan yang dikenai tuntutan pidana yang terdeteksi.

 

BACA INFO BERITA LAINNYA DI PENGENVIRAL.COM