Seorang Wartawan Dikeroyok hingga Tewas di Kramatjati

Seorang Wartawan Dikeroyok hingga Tewas di Kramatjati

Seorang Wartawan Dikeroyok hingga Tewas di Kramatjati – Seorang wartawan yang berinisial FP (45) dikeroyok hingga tewas di tempat. Kejadian itu terjadi di Jalan Mayjen Sutoyo, Cililitan, Kramatjati, Jakarta Timur.

Polres Metro Jakarta Timur telah berhasil menangkap dan mengungkap motif pelaku pengeroyokan wartawan hingga tewas di Jalan Mayjen Sutoyo, Kramat Jati. Usut punya usut, pelaku merupakan ayah dan anak, motif keduanyanya mengeroyok wartawan hingga tewas terkesan sangat sepele dan tidak ada hubungannya dengan profesi korban ataupun pekerjaan pelaku.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Budi Sartono mengatakan bahwa, pelaku yang baru saja ditangkap berinisial berinisial AE. Menurutnya, AE merupakan ayah dari tersangka MR yang telah ditangkap sebelumnya. Keduanya menyebabkan wartawan yang berinisial DP meninggal dunia.

Kasus pengeroyokan yang dilakukan AE dan MR terhadap korban terjadi pada hari Selasa 19 Juli 2022 pukul 05.00 WIB. Usai mengeroyok korban hingga tewas, AE kabur ke Riau, sedangkan MF kabur ke Kota Bekasi.

Baca Juga : Serangan Gaib Masih Berlanjut, Sarwendah Temukan Ular Kobra

“Tersangka AE kita tangkap di Riau tanggal 30 Juli 2022,” kata Budi.

Setelah ditangkap, AE dan MR mengungkapkan motifnya mengeroyok DP hingga tewas. Awalnya, pelaku MR buang air kecil di halaman depan rumah DP. Mengetahui hal itu, DP memberikan teguran, namun MR tidak terima sehingga keduanya cekcok. MR mengaku bahwa DP telah memakinya sehingga ia tidak terima, kemudian ia pulang untuk memanggil ayahnya AE. Untuk menahan dirinya, si korban sempat mencoba untuk melawan dengan menggunakan parang yang diambil dari dalah rumahnya.

“Akhirnya pergelutan tersangka mengambil balok yang ada paku, sedangkan tersangka satu lagi pakai batu dipukul ke kepala korban sudah jatuh diambil senjata oleh anaknya tersangka itu digunakan terakhir melakukan pembacokan terhadap korban di kepala,” jelasnya.

Perkelahian yang tidak seimbang itu menyebabkan koeban mengalami luka di tangan dan kepala yang menyebabkannya tewas. Budi juga mengatakan, saat ini ia masih mengejar psatu terduga pelaku lain yang buron berinisial AR. Akan tetapi, ia masih belum bisa memastikan keterlibatan AR dalam kasus ini. Atas perbuatannya itu, kedua pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 338 dan 170 KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

 

BACA INFO BERITA LAINNYA DI PENGENVIRAL.COM